Penulis : dr. Muhamad Afrizal, Sp.OT, AIFO-K
Spesialisasi : Ortopedi dan Traumatologi
Nyeri pergelangan kaki dapat muncul setelah berolahraga, berjalan jauh, berdiri terlalu lama, atau bahkan tanpa cedera yang jelas. Sebagian orang hanya merasakan keluhan ringan. Namun, pada kondisi tertentu, nyeri dapat terus berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pergelangan kaki berperan penting dalam menopang berat badan dan menjaga keseimbangan saat berdiri, berjalan, berlari, serta melompat. Tulang, sendi, ligamen, tendon, dan otot bekerja bersama untuk menjalankan fungsi tersebut. Gangguan pada salah satu struktur ini dapat menimbulkan nyeri. Tidak semua nyeri pergelangan kaki menunjukkan masalah serius. Namun, jangan mengabaikan nyeri yang terus berulang, pembengkakan, kesulitan berjalan, atau pergelangan kaki yang terasa tidak stabil. Lalu, apa saja penyebab nyeri pergelangan kaki dan kapan Anda perlu memeriksakannya ke dokter?

Mengapa Pergelangan Kaki Bisa Terasa Nyeri?
Pergelangan kaki memiliki struktur yang kompleks. Tulang dan sendi memungkinkan gerakan, sedangkan ligamen membantu menjaga stabilitas. Sementara itu, otot dan tendon membantu menggerakkan serta mengontrol kaki. Aktivitas seperti berjalan, berlari, melompat, dan mengubah arah memberikan beban pada struktur tersebut. Jika beban meningkat terlalu cepat atau kaki melakukan gerakan yang tidak terkontrol, jaringan di sekitar pergelangan kaki dapat mengalami cedera atau iritasi. Selain cedera akut, aktivitas berulang juga dapat menimbulkan keluhan secara bertahap. Karena itu, nyeri pergelangan kaki dapat memiliki penyebab yang berbeda pada setiap orang.
Apa Saja Penyebab Nyeri Pergelangan Kaki?
Beberapa kondisi berikut sering menimbulkan keluhan pada pergelangan kaki.
1. Ankle Sprain atau Pergelangan Kaki Terkilir
Ankle sprain merupakan salah satu cedera pergelangan kaki yang paling sering terjadi. Cedera ini terjadi ketika ligamen meregang secara berlebihan atau mengalami robekan. Salah tumpuan, gerakan memutar secara tiba-tiba, atau posisi kaki yang kurang baik saat mendarat dapat memicu cedera ini. Olahraga seperti padel, badminton, basket, futsal, dan tenis memiliki banyak gerakan lari, lompatan, serta perubahan arah cepat sehingga dapat meningkatkan risiko ankle sprain.
Keluhannya dapat berupa:
- nyeri;
- pembengkakan;
- memar;
- nyeri saat menapak; dan
- pergelangan kaki terasa kurang stabil.
Sebagian besar sprain ringan dapat membaik dengan penanganan yang tepat. Namun, robekan ligamen yang lebih berat membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Selain pergelangan kaki, aktivitas olahraga juga dapat menyebabkan berbagai cedera olahraga pada otot, tendon, ligamen, dan sendi.
2. Cedera Akibat Aktivitas Berlebihan
Nyeri pergelangan kaki tidak selalu muncul akibat satu kejadian cedera. Peningkatan jarak lari, frekuensi olahraga, atau intensitas latihan secara mendadak dapat memberikan beban yang terlalu besar pada jaringan. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan beban tersebut. Jika tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup, seseorang dapat mengalami overuse injury atau cedera akibat penggunaan berlebihan. Pada awalnya, nyeri mungkin hanya muncul setelah olahraga. Namun, keluhan dapat semakin sering muncul jika seseorang terus meningkatkan aktivitas tanpa memberikan waktu pemulihan yang cukup. Peningkatan beban latihan secara mendadak juga dapat menyebabkan keluhan pada sendi lain, termasuk nyeri lutut setelah olahraga.
3. Achilles Tendinopathy
Tendon Achilles menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Tendon ini bekerja ketika kita berjalan, berlari, melompat, atau berjinjit. Aktivitas berulang dan peningkatan beban latihan dapat memicu Achilles tendinopathy. Kondisi ini biasanya menyebabkan nyeri atau rasa kaku di bagian belakang pergelangan kaki hingga tumit. Sebagian orang merasakan keluhan lebih jelas saat mulai berjalan atau berolahraga. Setelah bergerak beberapa saat, keluhan dapat terasa lebih ringan dan kemudian muncul kembali setelah aktivitas. Namun, nyeri tajam yang muncul mendadak, terutama setelah gerakan eksplosif, membutuhkan perhatian lebih. Bunyi atau sensasi seperti pop yang disertai kesulitan berjalan atau berjinjit dapat mengarah pada cedera tendon Achilles yang lebih berat.
4. Chronic Ankle Instability
Apakah pergelangan kaki Anda sering terkilir berulang kali atau terasa mudah goyah? Sebagian orang dapat mengalami chronic ankle instability setelah cedera pergelangan kaki sebelumnya. Kondisi ini membuat pergelangan kaki terasa kurang stabil, terutama ketika berjalan di permukaan tidak rata, berlari, atau melakukan perubahan arah saat olahraga. Cedera ligamen sebelumnya, kekuatan otot yang belum kembali optimal, serta gangguan keseimbangan dan kontrol gerakan dapat berperan dalam munculnya keluhan tersebut. Karena itu, jangan hanya berfokus pada hilangnya nyeri setelah ankle sprain. Program rehabilitasi juga perlu membantu mengembalikan kekuatan, keseimbangan, kontrol gerakan, dan stabilitas pergelangan kaki.
5. Osteoarthritis Pergelangan Kaki
Osteoarthritis juga dapat mengenai pergelangan kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kaku, pembengkakan, serta berkurangnya gerakan sendi. Berbeda dengan osteoarthritis pada lutut atau panggul, osteoarthritis pergelangan kaki cukup sering memiliki hubungan dengan riwayat trauma atau cedera sebelumnya. Keluhan biasanya berkembang secara bertahap. Pasien dapat mulai merasakan nyeri ketika berjalan jauh, berdiri lama, atau melakukan aktivitas yang memberikan beban pada sendi. Dokter akan menilai kondisi sendi, tingkat keluhan, serta pengaruhnya terhadap aktivitas sebelum menentukan pilihan terapi.
6. Patah Tulang atau Cedera Tulang
Benturan keras, terjatuh, salah mendarat, atau cedera olahraga dapat menyebabkan patah tulang di sekitar pergelangan kaki.
Waspadai beberapa tanda seperti:
- nyeri hebat setelah cedera;
- pembengkakan atau memar yang berat;
- perubahan bentuk pergelangan kaki; dan
- kesulitan berdiri atau berjalan.
Jika mengalami tanda tersebut setelah cedera, segera lakukan pemeriksaan medis.
Apakah Lokasi Nyeri Dapat Menunjukkan Penyebabnya?
Lokasi nyeri pergelangan kaki dapat memberikan petunjuk awal mengenai struktur yang mengalami gangguan. Nyeri di sisi luar pergelangan kaki sering muncul setelah ankle sprain karena cedera ini sering mengenai ligamen sisi luar. Nyeri di bagian belakang pergelangan kaki dapat berkaitan dengan tendon Achilles. Sementara itu, nyeri di bagian dalam pergelangan kaki dapat berasal dari tendon, ligamen, tulang, maupun struktur sendi lainnya. Namun, lokasi nyeri saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Dokter juga akan mempertimbangkan aktivitas, riwayat cedera, karakter nyeri, dan gejala lain sebelum menentukan kemungkinan penyebabnya.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Pergelangan Kaki Nyeri?
Pertama, kurangi aktivitas yang jelas memperberat nyeri. Jangan memaksakan olahraga jika gerakan tertentu membuat keluhan semakin berat. Pada cedera akut ringan, beberapa langkah dapat membantu mengendalikan keluhan pada fase awal. Anda dapat:
- melindungi pergelangan kaki dari aktivitas yang memperberat cedera;
- mengurangi sementara aktivitas;
- menggunakan kompres dingin untuk membantu mengurangi nyeri;
- meninggikan kaki jika muncul pembengkakan; dan
- kembali bergerak secara bertahap ketika kondisi memungkinkan.
Namun, mengurangi aktivitas tidak selalu berarti harus berhenti bergerak sepenuhnya dalam waktu lama. Setelah nyeri mulai terkendali, gerakkan kembali pergelangan kaki secara bertahap sesuai toleransi. Selanjutnya, tingkatkan aktivitas secara perlahan agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi. Selain itu, gunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai dengan jenis aktivitas.
Apakah Nyeri Pergelangan Kaki Memerlukan Rontgen atau MRI?
Tidak selalu. Dokter dapat menilai banyak masalah pergelangan kaki melalui riwayat keluhan dan pemeriksaan fisik. Karena itu, nyeri pergelangan kaki tidak otomatis membutuhkan MRI. Jika dokter mencurigai patah tulang atau gangguan tulang tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan rontgen. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menggunakan MRI untuk mengevaluasi ligamen, tendon, tulang rawan, atau jaringan lunak lainnya. Dokter akan memilih pemeriksaan penunjang berdasarkan hasil pemeriksaan dan dugaan penyebab keluhan. Dengan demikian, setiap pasien dapat membutuhkan jenis pemeriksaan yang berbeda.
Bagaimana Dokter Menangani Nyeri Pergelangan Kaki?
Penanganan nyeri pergelangan kaki bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan keluhan. Pada banyak kondisi, dokter dapat memulai terapi tanpa operasi. Pilihan terapi dapat mencakup modifikasi aktivitas, obat sesuai indikasi, penggunaan penyangga pada kondisi tertentu, serta fisioterapi.
Program rehabilitasi dapat membantu meningkatkan:
- rentang gerak;
- kekuatan otot;
- keseimbangan;
- kontrol gerakan; dan
- stabilitas pergelangan kaki.
Pada cedera tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan tindakan lain jika terapi konservatif belum memberikan hasil yang sesuai atau terdapat gangguan struktur yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena itu, dokter perlu menyesuaikan pilihan terapi dengan diagnosis, aktivitas, dan kebutuhan setiap pasien.
Kapan Nyeri Pergelangan Kaki Perlu Diperiksa Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan apabila nyeri pergelangan kaki:
- terasa berat atau semakin memburuk;
- terus berulang dan mengganggu aktivitas;
- disertai pembengkakan yang berat atau semakin bertambah;
- membuat Anda sulit berdiri atau berjalan;
- membuat pergelangan kaki terasa tidak stabil;
- muncul setelah cedera dengan bunyi atau sensasi pop;
- disertai perubahan bentuk pergelangan kaki;
- disertai mati rasa atau kesemutan; atau
- disertai kemerahan, rasa panas, dan demam.
Selain itu, konsultasikan keluhan jika nyeri mulai mengganggu pekerjaan, olahraga, tidur, atau aktivitas sehari-hari. Dokter akan mencari penyebab keluhan melalui riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Jika membutuhkan informasi tambahan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan penunjang sesuai kondisi pasien.
Jangan Abaikan Nyeri Pergelangan Kaki yang Terus Berulang
Nyeri pergelangan kaki tidak selalu berarti terjadi cedera serius. Ankle sprain, aktivitas berlebihan, gangguan tendon, cedera tulang, hingga masalah sendi dapat menimbulkan keluhan dengan karakter yang berbeda. Namun, jangan menganggap nyeri yang terus berulang sebagai keluhan biasa, terutama jika pergelangan kaki mulai terasa tidak stabil atau aktivitas menjadi terbatas. Evaluasi yang tepat membantu dokter menemukan penyebab nyeri dan menentukan penanganan yang sesuai. Tujuan terapi bukan hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga mengembalikan kekuatan, stabilitas, dan fungsi pergelangan kaki. Dengan penanganan serta rehabilitasi yang tepat, pasien dapat kembali berjalan, bekerja, dan berolahraga dengan lebih aman.
