Pergelangan Kaki Sering Terkilir Berulang? Waspadai Chronic Ankle Instability

Penulis : dr. Muhamad Afrizal, Sp.OT, AIFO-K
Spesialisasi : Ortopedi dan Traumatologi

Pernah mengalami pergelangan kaki terkilir, kemudian beberapa waktu setelahnya kembali terkilir saat berjalan atau berolahraga? Jika kondisi tersebut terus berulang, jangan menganggapnya sebagai keseleo biasa. Keluhan ini dapat berkaitan dengan chronic ankle instability atau ketidakstabilan pergelangan kaki kronis.

Kondisi ini dapat membuat pergelangan kaki terasa mudah goyah, terutama saat berjalan di permukaan tidak rata, berlari, melompat, atau mengubah arah. Pada sebagian orang, pergelangan kaki bahkan dapat terasa seperti akan “lepas” atau kehilangan keseimbangan saat melakukan aktivitas sederhana. Riwayat ankle sprain sebelumnya menjadi salah satu faktor penting. Setelah cedera, rasa nyeri dan bengkak memang dapat berkurang. Namun, kekuatan, keseimbangan, kontrol gerakan, dan stabilitas pergelangan kaki belum tentu kembali optimal. Karena itu, pergelangan kaki sering terkilir berulang perlu mendapat perhatian agar masalah tidak terus berlanjut dan mengganggu aktivitas.

pergelangan kaki sering terkilir
Ilustrasi pergelangan kaki yang mengalami nyeri dan ketidakstabilan saat beraktivitas di permukaan tidak rata, yang dapat berkaitan dengan chronic ankle instability setelah keseleo berulang.

Apa Itu Chronic Ankle Instability?

Chronic ankle instability merupakan kondisi ketika pergelangan kaki terus mengalami rasa tidak stabil setelah satu atau beberapa episode ankle sprain. Pasien biasanya mengeluhkan pergelangan kaki yang mudah goyah atau berulang kali terkilir. Keluhan sering muncul ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan perubahan arah, melompat, atau mendarat. Namun, pada kondisi tertentu, rasa tidak stabil juga dapat muncul saat berjalan biasa. Ligamen memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pergelangan kaki. Ketika ankle sprain mencederai ligamen, struktur tersebut dapat kehilangan sebagian kemampuannya untuk mempertahankan stabilitas sendi. Selain masalah pada ligamen, kekuatan otot, keseimbangan, propriosepsi, dan kontrol gerakan juga memengaruhi stabilitas pergelangan kaki.

Mengapa Pergelangan Kaki Bisa Terkilir Berulang?

Tidak semua orang yang pernah mengalami ankle sprain akan mengalami ketidakstabilan kronis. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya.

1. Cedera Ligamen Sebelumnya

Ankle sprain dapat menyebabkan peregangan hingga robekan pada ligamen pergelangan kaki. Setelah cedera, nyeri mungkin membaik lebih dahulu. Namun, ligamen dan struktur pendukung lainnya tetap membutuhkan waktu untuk mengembalikan fungsi secara optimal. Jika pasien kembali melakukan aktivitas berat terlalu cepat, pergelangan kaki dapat lebih mudah mengalami cedera kembali.

2. Rehabilitasi Belum Optimal

Berhenti merasakan nyeri tidak selalu berarti pergelangan kaki sudah pulih sepenuhnya. Rehabilitasi setelah ankle sprain tidak hanya bertujuan mengurangi nyeri dan pembengkakan. Program latihan juga perlu membantu mengembalikan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kontrol gerakan. Tanpa rehabilitasi yang memadai, beberapa fungsi tersebut dapat tetap mengalami gangguan dan meningkatkan risiko cedera berulang.

3. Gangguan Keseimbangan dan Propriosepsi

Propriosepsi merupakan kemampuan tubuh untuk mengenali posisi dan gerakan sendi tanpa harus melihatnya secara langsung. Kemampuan ini membantu tubuh memberikan respons cepat ketika kaki menginjak permukaan tidak rata atau kehilangan posisi stabil. Cedera pergelangan kaki dapat mengganggu fungsi tersebut. Akibatnya, tubuh mungkin tidak memberikan respons yang cukup cepat saat pergelangan kaki mulai kehilangan keseimbangan.

4. Kekuatan Otot Belum Kembali Optimal

Otot di sekitar pergelangan kaki dan tungkai membantu mengontrol gerakan serta menjaga stabilitas. Jika kekuatan otot belum kembali optimal setelah cedera, pergelangan kaki dapat kehilangan sebagian kontrol dinamisnya. Karena itu, program rehabilitasi perlu memasukkan latihan penguatan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.

5. Kembali Berolahraga Terlalu Cepat

Padel, badminton, basket, futsal, tenis, dan berbagai olahraga lain membutuhkan kemampuan mengubah arah, melompat, serta mendarat dengan cepat. Jika seseorang kembali melakukan gerakan tersebut sebelum pergelangan kaki memiliki kekuatan dan kontrol yang memadai, risiko ankle sprain berulang dapat meningkat. Karena itu, jangan menentukan kesiapan kembali berolahraga hanya berdasarkan hilangnya rasa sakit.

Apa Gejala Chronic Ankle Instability?

Keluhan setiap pasien dapat berbeda. Namun, beberapa gejala yang sering muncul meliputi:

  • pergelangan kaki berulang kali terkilir;
  • pergelangan kaki terasa goyah atau tidak stabil;
  • rasa seperti kaki akan “lepas” saat berjalan atau berolahraga;
  • sulit menjaga keseimbangan pada satu kaki;
  • nyeri atau rasa tidak nyaman yang terus berulang;
  • pembengkakan yang muncul setelah aktivitas;
  • kurang percaya diri saat berlari atau mengubah arah; dan
  • kesulitan beraktivitas di permukaan yang tidak rata.

Sebagian pasien tidak selalu mengalami nyeri berat. Justru, rasa goyah atau takut kembali terkilir dapat menjadi keluhan utama. Karena itu, jangan hanya menggunakan tingkat nyeri untuk menilai kondisi pergelangan kaki.

Apakah Pergelangan Kaki yang Sering Terkilir Dapat Merusak Sendi?

Cedera berulang dapat memberikan beban tambahan pada struktur pergelangan kaki. Setiap episode ankle sprain dapat kembali mencederai ligamen atau jaringan lain. Selain itu, trauma berulang dapat melibatkan tulang rawan dan struktur di dalam sendi pada sebagian pasien. Karena itu, dokter tidak hanya berfokus pada keluhan nyeri. Dokter juga perlu menilai stabilitas, fungsi sendi, pola gerakan, dan riwayat cedera. Penanganan yang tepat bertujuan membantu mengurangi risiko cedera berulang sekaligus mempertahankan fungsi pergelangan kaki dalam jangka panjang.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Chronic Ankle Instability?

Dokter akan menanyakan riwayat cedera secara rinci. Informasi mengenai jumlah episode keseleo, mekanisme cedera, aktivitas yang memicu keluhan, serta sensasi tidak stabil dapat membantu menentukan masalah yang mendasarinya. Selanjutnya, dokter akan memeriksa:

  • lokasi nyeri;
  • pembengkakan;
  • rentang gerak;
  • kekuatan otot;
  • stabilitas ligamen;
  • keseimbangan; dan
  • fungsi pergelangan kaki.

Dokter juga dapat melakukan beberapa tes khusus untuk menilai stabilitas ligamen. Tidak semua pasien membutuhkan MRI. Jika dokter membutuhkan informasi tambahan, dokter dapat mempertimbangkan rontgen atau MRI sesuai temuan pemeriksaan dan dugaan cedera yang menyertai.

Apakah Chronic Ankle Instability Selalu Membutuhkan Operasi?

Tidak.

Pada banyak kasus, dokter dapat memulai penanganan dengan terapi nonoperatif. Program rehabilitasi menjadi bagian penting dalam mengembalikan fungsi pergelangan kaki. Rehabilitasi dapat mencakup:

  • latihan rentang gerak;
  • penguatan otot pergelangan kaki dan tungkai;
  • latihan keseimbangan;
  • latihan propriosepsi;
  • latihan kontrol gerakan; dan
  • latihan yang menyesuaikan kebutuhan olahraga atau aktivitas pasien.

Dokter juga dapat mempertimbangkan penggunaan ankle brace pada kondisi tertentu. Tujuan terapi bukan hanya membuat rasa sakit berkurang. Program rehabilitasi perlu membantu pasien mendapatkan kembali stabilitas, kemampuan bergerak, dan kepercayaan diri saat beraktivitas.

Kapan Chronic Ankle Instability Membutuhkan Operasi?

Dokter dapat mempertimbangkan operasi jika pasien tetap mengalami ketidakstabilan meskipun sudah menjalani terapi dan rehabilitasi yang adekuat. Sebelum menentukan tindakan, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:

  • tingkat ketidakstabilan;
  • kondisi ligamen;
  • frekuensi keseleo berulang;
  • aktivitas dan kebutuhan pasien;
  • respons terhadap rehabilitasi; serta
  • adanya cedera lain pada pergelangan kaki.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan tindakan untuk memperbaiki atau merekonstruksi ligamen agar stabilitas pergelangan kaki kembali membaik. Namun, kebutuhan operasi berbeda pada setiap pasien. Karena itu, dokter perlu menyesuaikan pilihan terapi dengan kondisi klinis dan kebutuhan aktivitas pasien.

Bagaimana Mencegah Pergelangan Kaki Terkilir Kembali?

Riwayat ankle sprain membutuhkan perhatian, terutama sebelum kembali melakukan olahraga dengan banyak gerakan perubahan arah.

Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko cedera berulang:

  • selesaikan program rehabilitasi;
  • tingkatkan kekuatan otot secara bertahap;
  • latih keseimbangan dan propriosepsi;
  • lakukan pemanasan sebelum olahraga;
  • tingkatkan intensitas latihan secara bertahap;
  • gunakan alas kaki yang sesuai dengan aktivitas;
  • pertimbangkan brace jika dokter atau fisioterapis merekomendasikannya; dan
  • jangan kembali berolahraga terlalu cepat.

Latihan keseimbangan memiliki peran penting. Contohnya, berdiri dengan satu kaki dapat menjadi latihan awal. Setelah kemampuan meningkat, program dapat berkembang menjadi latihan yang lebih dinamis sesuai kebutuhan olahraga.

Kapan Boleh Kembali Berolahraga?

Hilangnya nyeri bukan satu-satunya indikator kesiapan untuk kembali berolahraga. Sebelum kembali melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, perhatikan beberapa aspek berikut:

  • pergelangan kaki memiliki rentang gerak yang baik;
  • kekuatan otot sudah memadai;
  • pembengkakan sudah terkendali;
  • keseimbangan sudah baik;
  • pergelangan kaki tidak terasa goyah;
  • pasien mampu melakukan lompatan dan perubahan arah dengan baik; serta
  • gerakan khusus olahraga tidak memicu keluhan.

Setelah itu, tingkatkan beban latihan secara bertahap. Pendekatan ini membantu tubuh beradaptasi kembali terhadap tuntutan olahraga sekaligus mengurangi risiko cedera berulang.

Kapan Pergelangan Kaki yang Sering Terkilir Perlu Diperiksa?

Pertimbangkan pemeriksaan ke dokter apabila:

  • pergelangan kaki berulang kali terkilir;
  • pergelangan kaki sering terasa goyah;
  • Anda sulit menjaga keseimbangan;
  • nyeri atau pembengkakan terus berulang;
  • aktivitas olahraga menjadi terbatas;
  • pergelangan kaki terasa tidak stabil saat berjalan;
  • keluhan tetap muncul setelah menjalani latihan atau rehabilitasi; atau
  • Anda merasa takut kembali berolahraga karena pergelangan kaki mudah terkilir.

Dokter akan mencari penyebab ketidakstabilan dan menentukan apakah masalah terutama berasal dari ligamen, kontrol gerakan, kekuatan otot, atau kondisi lain di dalam sendi.

Jangan Anggap Keseleo Berulang sebagai Hal Biasa

Pergelangan kaki yang sering terkilir bukan sekadar masalah “kurang hati-hati”. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa stabilitas pergelangan kaki belum kembali optimal setelah cedera sebelumnya. Chronic ankle instability dapat memengaruhi kemampuan berjalan, berolahraga, dan melakukan aktivitas yang membutuhkan perubahan arah. Karena itu, jangan hanya menunggu nyeri menghilang setelah keseleo. Pemulihan juga perlu mengembalikan kekuatan, keseimbangan, kontrol gerakan, dan stabilitas pergelangan kaki. Dengan evaluasi dan rehabilitasi yang tepat, pasien dapat menurunkan risiko cedera berulang dan kembali beraktivitas dengan lebih aman.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *