Gips Ponseti bayi merupakan bagian penting dalam terapi clubfoot atau kaki pengkor bawaan lahir (Congenital Talipes Equinovarus/CTEV). Mendengar bahwa bayi harus menjalani pemasangan gips sering kali membuat orang tua merasa cemas. Padahal, metode Ponseti merupakan standar emas (gold standard) untuk menangani clubfoot. Bila terapi dimulai sejak dini dan dijalani sesuai anjuran dokter, sebagian besar bayi dapat memiliki bentuk kaki yang mendekati normal serta tumbuh dengan kemampuan berjalan yang baik.
Agar proses pemasangan gips Ponseti berjalan lancar, orang tua perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum datang ke poliklinik. Persiapan yang baik tidak hanya membuat bayi lebih nyaman, tetapi juga membantu dokter melakukan tindakan secara optimal.

Pastikan Bayi dalam Kondisi Sehat
Sebelum berangkat ke rumah sakit, pastikan bayi berada dalam kondisi sehat. Bila bayi sedang mengalami demam, infeksi, atau kondisi medis tertentu, sebaiknya informasikan kepada dokter terlebih dahulu. Bayi juga sebaiknya sudah menyusu sebelum tindakan agar lebih tenang selama proses pemasangan gips Ponseti.
Gunakan Pakaian yang Longgar dan Nyaman
Gunakan pakaian yang longgar, nyaman, dan mudah dilepas, seperti baju berkancing depan atau celana longgar. Setelah gips Ponseti terpasang, ukuran tungkai bayi akan menjadi lebih besar sehingga pakaian yang terlalu ketat dapat menyulitkan saat dikenakan kembali.
Siapkan Perlengkapan Bayi
Orang tua juga disarankan membawa perlengkapan bayi yang cukup, seperti:
- Popok
- Tisu basah
- Kain atau selimut
- Pakaian ganti
- Botol susu bila diperlukan
- Mainan atau empeng yang biasa digunakan untuk menenangkan bayi
Meskipun proses pemasangan gips Ponseti relatif singkat, perlengkapan tersebut akan membantu menjaga kenyamanan bayi selama berada di rumah sakit.
Tetap Tenang Selama Prosedur Berlangsung
Selama tindakan berlangsung, orang tua sebaiknya tetap tenang karena bayi dapat menangkap respons emosional dari orang di sekitarnya. Menangis saat pemasangan gips Ponseti bukan berarti bayi merasakan nyeri hebat. Sebagian besar bayi menangis karena merasa tidak nyaman ketika tungkai diposisikan atau karena harus ditahan selama beberapa menit.
Sebaiknya Bayi Tidak Datang dalam Keadaan Lapar
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan orang tua adalah, “Sebelum dipasang gips Ponseti, sebaiknya bayi dalam keadaan lapar atau kenyang?”
Sebaiknya bayi tidak datang dalam keadaan lapar. Bayi yang lapar cenderung lebih rewel, mudah menangis, dan lebih sulit ditenangkan selama proses pemasangan gips Ponseti.
Sebaliknya, berikan ASI, susu, atau makanan sesuai usia sekitar 30–60 menit sebelum tindakan, sehingga bayi merasa nyaman dan lebih kooperatif. Namun, hindari memberikan makan dalam jumlah terlalu banyak tepat sebelum tindakan karena posisi tungkai saat pemasangan gips dapat membuat sebagian bayi lebih mudah gumoh atau muntah. Bayi yang kenyang secukupnya umumnya lebih tenang sehingga proses pemasangan gips Ponseti dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi bayi, orang tua, maupun dokter.
Cara Merawat Gips Ponseti di Rumah
Setelah gips Ponseti terpasang, dokter akan menjelaskan cara perawatan yang perlu dilakukan di rumah. Perawatan yang tepat membantu menjaga hasil koreksi kaki selama terapi berlangsung dan merupakan bagian penting dari keberhasilan gips Ponseti bayi.
Orang tua perlu memperhatikan beberapa hal berikut.
- Jaga agar gips tetap bersih dan kering.
- Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam gips.
- Periksa warna jari kaki setiap hari.
- Pastikan jari kaki tetap hangat saat disentuh.
- Perhatikan apakah terdapat pembengkakan pada jari kaki.
Jari kaki sebaiknya tetap tampak berwarna merah muda dan terasa hangat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sirkulasi darah pada kaki bayi masih berjalan dengan baik.
Kapan Harus Segera Kembali ke Rumah Sakit?
Meskipun sebagian besar bayi dapat menjalani terapi dengan baik, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan segera.
Segera bawa bayi kembali ke rumah sakit apabila mengalami salah satu kondisi berikut.
- Jari kaki tampak pucat atau kebiruan.
- Jari kaki terasa sangat dingin.
- Pembengkakan pada jari kaki semakin berat.
- Bayi terus menangis tanpa sebab yang jelas.
- Gips retak atau menjadi longgar.
- Gips terkena air atau basah.
Jangan mencoba memperbaiki atau melepas gips Ponseti sendiri di rumah. Dokter perlu memeriksa kembali kondisi kaki bayi dan posisi gips agar terapi dapat berjalan sesuai rencana.
Terapi Ponseti Tidak Berhenti Setelah Pemasangan Gips
Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa terapi Ponseti bukan hanya pemasangan gips Ponseti satu kali.
Dokter melakukan koreksi kaki secara bertahap melalui penggantian gips setiap minggu selama beberapa minggu. Pada sebagian besar bayi, dokter juga melakukan tindakan kecil berupa tenotomi tendon Achilles, kemudian melanjutkan terapi dengan penggunaan foot abduction brace (sepatu Ponseti) sesuai jadwal yang dianjurkan.
Keberhasilan gips Ponseti bayi sangat bergantung pada kepatuhan orang tua dalam mengikuti seluruh rangkaian pengobatan. Datang sesuai jadwal kontrol, mengganti gips tepat waktu, dan menggunakan foot abduction brace sesuai anjuran dokter merupakan faktor utama untuk mencegah kekambuhan clubfoot.
Kesimpulan
Gips Ponseti bayi merupakan terapi yang memiliki tingkat keberhasilan sangat tinggi apabila dimulai sejak dini dan dijalani secara konsisten. Dengan persiapan yang baik serta kerja sama antara orang tua dan dokter ortopedi subspesialis anak, sebagian besar bayi dengan clubfoot dapat tumbuh aktif, mampu berjalan, berlari, dan beraktivitas seperti anak-anak lainnya.
Apabila bayi Anda didiagnosis mengalami clubfoot atau akan menjalani terapi gips Ponseti, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi subspesialis anak. Penanganan sejak usia dini memberikan peluang keberhasilan yang sangat tinggi dan membantu anak memperoleh fungsi kaki yang optimal hingga dewasa.
Penulis : dr. Stefanus Hengkie Marseno, Sp.OT.,Subsp.OA,M.H.
Dokter Peninjau : dr. Stefanus Hengkie Marseno, Sp.OT.,Subsp.OA,M.H.
Spesialisasi : Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Ortopedi Anak
