Penulis : dr. Stefanus Hengkie Marseno, Sp.OT.Subsp.OA,M.H
Spesialisasi : Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Ortopedi Anak
Orang tua sering kali merasa cemas ketika mengetahui bayinya harus menjalani pemasangan gips Ponseti. Padahal, metode Ponseti merupakan standar emas (gold standard) untuk menangani clubfoot atau kaki pengkor bawaan lahir (Congenital Talipes Equinovarus/CTEV). Bila dokter memulai terapi sejak dini dan orang tua menjalaninya sesuai anjuran, sebagian besar bayi dapat memiliki bentuk kaki yang mendekati normal serta tumbuh dengan kemampuan berjalan yang baik.

Agar dokter dapat memasang gips Ponseti dengan lancar, orang tua perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum datang ke poliklinik. Persiapan yang baik tidak hanya membuat bayi lebih nyaman, tetapi juga membantu proses terapi berjalan optimal.
Pastikan Bayi dalam Kondisi Sehat
Sebelum berangkat ke rumah sakit, pastikan bayi berada dalam kondisi sehat. Bila bayi mengalami demam, infeksi, atau kondisi medis tertentu, segera informasikan kepada dokter. Sebaiknya orang tua menyusui atau memberi susu kepada bayi sebelum tindakan agar bayi lebih tenang selama proses pemasangan gips Ponseti.
Gunakan Pakaian yang Longgar dan Nyaman
Orang tua sebaiknya mengenakan pakaian yang longgar, nyaman, dan mudah dilepas, seperti baju berkancing depan atau celana longgar. Setelah dokter memasang gips Ponseti, ukuran tungkai bayi akan menjadi lebih besar sehingga pakaian yang terlalu ketat dapat menyulitkan saat dikenakan kembali.
Siapkan Perlengkapan Bayi
Sebaiknya orang tua membawa perlengkapan bayi yang cukup, seperti:
- Popok
- Tisu basah
- Kain atau selimut
- Pakaian ganti
- Botol susu bila diperlukan
- Mainan atau empeng yang biasa digunakan untuk menenangkan bayi
Meskipun proses pemasangan gips Ponseti relatif singkat, perlengkapan tersebut akan membantu menjaga kenyamanan bayi selama berada di rumah sakit.
Tetap Tenang Selama Prosedur Berlangsung
Selama tindakan berlangsung, orang tua sebaiknya tetap tenang karena bayi dapat menangkap respons emosional dari orang di sekitarnya. Bayi yang menangis saat pemasangan gips Ponseti tidak selalu merasakan nyeri hebat. Sebagian besar bayi menangis karena merasa tidak nyaman ketika dokter memosisikan tungkai atau karena mereka harus tetap diam selama beberapa menit.
Sebaiknya Bayi Tidak Datang dalam Keadaan Lapar
Ada satu tips yang perlu Ayah dan Bunda ketahui. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “Sebelum dipasang gips Ponseti, sebaiknya bayi dalam keadaan lapar atau kenyang?”
Sebaiknya bayi tidak datang dalam keadaan lapar. Bayi yang lapar cenderung lebih rewel, mudah menangis, dan lebih sulit ditenangkan selama proses pemasangan gips Ponseti.
Sebaliknya, berikan ASI, susu, atau makanan sesuai usia sekitar 30–60 menit sebelum tindakan agar bayi merasa nyaman dan lebih kooperatif. Namun, hindari memberi makan dalam jumlah terlalu banyak tepat sebelum tindakan karena posisi tungkai saat pemasangan gips dapat membuat sebagian bayi lebih mudah gumoh atau muntah.
Bayi yang kenyang secukupnya umumnya lebih tenang sehingga dokter dapat memasang gips Ponseti dengan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi bayi maupun orang tua.
Cara Merawat Gips Ponseti di Rumah
Setelah dokter memasang gips Ponseti, dokter akan menjelaskan cara perawatan yang perlu dilakukan di rumah. Orang tua perlu menjaga gips tetap bersih dan kering, tidak memasukkan benda apa pun ke dalam gips, serta rutin memeriksa warna jari kaki, suhu kulit, dan pembengkakan.
Jari kaki sebaiknya tetap tampak berwarna merah muda dan terasa hangat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sirkulasi darah pada kaki bayi masih berjalan dengan baik.
Orang tua perlu memperhatikan beberapa hal berikut.
- Jaga agar gips tetap bersih dan kering.
- Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam gips.
- Periksa warna jari kaki setiap hari.
- Pastikan jari kaki tetap hangat saat disentuh.
- Perhatikan apakah terdapat pembengkakan pada jari kaki.
Kapan Harus Segera Kembali ke Rumah Sakit?
Meskipun sebagian besar bayi dapat menjalani terapi dengan baik, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan segera.
Segera bawa bayi ke rumah sakit apabila:
- Jari kaki tampak pucat atau kebiruan.
- Jari kaki terasa sangat dingin.
- Pembengkakan pada jari kaki semakin berat.
- Bayi terus menangis tanpa sebab yang jelas.
- Gips retak atau menjadi longgar.
- Gips terkena air atau basah.
Jangan memperbaiki atau melepas gips Ponseti sendiri di rumah. Biarkan dokter memeriksa kembali kondisi kaki bayi dan posisi gips agar terapi tetap berjalan sesuai rencana.
Terapi Ponseti Tidak Berhenti Setelah Pemasangan Gips
Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa terapi Ponseti bukan hanya pemasangan gips Ponseti satu kali.
Dokter melakukan koreksi kaki secara bertahap melalui penggantian gips setiap minggu selama beberapa minggu. Pada sebagian besar bayi, dokter juga melakukan tindakan kecil berupa tenotomi tendon Achilles. Setelah itu, dokter melanjutkan terapi menggunakan foot abduction brace (sepatu Ponseti) sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Keberhasilan terapi sangat bergantung pada kepatuhan orang tua. Datang sesuai jadwal kontrol, mengganti gips tepat waktu, dan menggunakan foot abduction brace sesuai anjuran dokter merupakan faktor utama untuk mencegah kekambuhan clubfoot.
Kesimpulan
Gips Ponseti bayi memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi apabila dokter memulai terapi sejak dini dan orang tua menjalaninya secara konsisten. Dengan persiapan yang baik serta kerja sama antara orang tua dan dokter ortopedi subspesialis anak, sebagian besar bayi dengan clubfoot dapat tumbuh aktif, mampu berjalan, berlari, dan beraktivitas seperti anak-anak lainnya.
Apabila bayi Anda didiagnosis mengalami clubfoot atau akan menjalani terapi gips Ponseti, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi subspesialis anak. Penanganan sejak usia dini memberikan peluang keberhasilan yang sangat tinggi dan membantu anak memperoleh fungsi kaki yang optimal hingga dewasa.
