Penulis : dr. Bertha Kurniantoro Saputro, Sp.OT.Subsp.OBS(K)
Spesialisasi : Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Bahu dan Siku
Kenali Gejala Awal Tennis Elbow
Awalnya nyeri mungkin hanya muncul setelah bermain padel atau tenis. Seiring waktu, rasa sakit mulai terasa saat mengangkat gelas, membuka tutup botol, berjabat tangan, hingga mengetik di komputer. Banyak orang menganggap keluhan ini sebagai pegal biasa akibat kelelahan. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda tennis elbow, salah satu penyebab tersering nyeri pada bagian luar siku.
Keluhan ini tidak hanya mengganggu aktivitas olahraga, tetapi juga dapat menghambat pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting agar dokter dapat memberikan penanganan yang tepat sebelum keluhan semakin berat.

Apa Itu Tennis Elbow?
Tennis elbow atau lateral epicondylitis merupakan gangguan pada tendon otot-otot ekstensor lengan bawah yang melekat pada bagian luar siku.
Tendon adalah jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Setiap kali Anda menggenggam, mengangkat barang, memutar obeng, menggunakan mouse, atau mengayunkan raket, tendon akan menyalurkan tenaga dari otot ke tangan.
Apabila gerakan tersebut terjadi berulang dalam waktu lama tanpa pemulihan yang cukup, tendon dapat mengalami cedera mikroskopis. Cedera yang berulang akan menurunkan kualitas tendon dan akhirnya menimbulkan nyeri.
Saat ini, para ahli memahami bahwa tennis elbow bukan sekadar peradangan tendon. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini merupakan proses degenerasi tendon (tendinosis) akibat penggunaan berulang yang melebihi kemampuan tendon untuk memperbaiki diri.
Meskipun disebut tennis elbow, sekitar 90% penderita bukanlah pemain tenis. Kondisi ini lebih sering berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan secara berulang daripada olahraga tertentu.
Mengapa Tennis Elbow Dapat Terjadi?
Tendon memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri setelah digunakan. Namun, ketika beban yang diterima terlalu sering atau terlalu berat tanpa waktu istirahat yang cukup, proses pemulihan tidak berlangsung optimal. Akibatnya, terjadi akumulasi cedera mikroskopis yang memicu nyeri dan menurunkan fungsi tendon.
Karena itu, tennis elbow tidak hanya terjadi pada atlet. Siapa pun yang sering melakukan gerakan menggenggam, mengangkat, atau memutar pergelangan tangan secara berulang juga berisiko mengalami kondisi ini.
Siapa yang Berisiko Mengalami Tennis Elbow?
Tennis elbow paling sering terjadi pada usia 35–55 tahun, terutama pada orang yang sering melakukan gerakan menggenggam atau memutar pergelangan tangan secara berulang.
Risiko lebih tinggi terjadi pada:
- pemain tenis, padel, badminton, squash, dan golf;
- pekerja kantoran yang menggunakan mouse dalam waktu lama;
- montir, teknisi, tukang, dan pekerja bangunan; serta
- orang yang meningkatkan intensitas olahraga secara tiba-tiba.
Pada atlet, teknik yang kurang tepat, ukuran grip raket yang tidak sesuai, atau latihan yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya tennis elbow.
Apa Saja Gejalanya?
Gejala tennis elbow biasanya berkembang secara bertahap dan akan semakin berat apabila aktivitas yang memicu nyeri tetap dilakukan.
Keluhan yang sering muncul meliputi:
- nyeri pada bagian luar siku;
- nyeri saat menggenggam atau berjabat tangan;
- sulit membuka tutup botol;
- nyeri ketika mengangkat gelas atau teko;
- kekuatan genggaman menurun;
- nyeri saat mengangkat barang dengan telapak tangan menghadap ke bawah; serta
- nyeri setelah bermain olahraga raket.
Pada tahap yang lebih lanjut, nyeri bahkan dapat muncul saat melakukan aktivitas ringan, seperti memegang cangkir, menggunakan mouse komputer, atau mengangkat benda yang ringan.
Apakah Semua Nyeri Siku Berarti Tennis Elbow?
Nyeri pada siku juga dapat disebabkan oleh golfer’s elbow, cedera ligamen, gangguan saraf, osteoartritis, maupun patah tulang akibat trauma. Dokter akan memastikan penyebab nyeri melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti USG muskuloskeletal atau MRI, apabila terdapat dugaan robekan tendon atau penyebab lain yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Diagnosis yang tepat sangat penting karena setiap penyebab nyeri siku memerlukan penanganan yang berbeda.
Bagaimana Penanganannya?
Sebagian besar penderita tennis elbow dapat membaik tanpa operasi.
Dokter akan menyusun penanganan secara bertahap sesuai tingkat keparahan keluhan, penyebab yang mendasari, serta kebutuhan setiap pasien. Tujuan terapi bukan hanya mengurangi nyeri, tetapi juga memperbaiki fungsi siku dan membantu pasien kembali beraktivitas dengan nyaman.
Pilihan terapi meliputi:
- mengurangi atau menghentikan sementara aktivitas yang memicu nyeri;
- memperbaiki teknik olahraga maupun cara bekerja;
- menggunakan obat antinyeri sesuai indikasi;
- menjalani fisioterapi yang berfokus pada latihan peregangan dan penguatan tendon;
- menggunakan brace pada kondisi tertentu; serta
- menjalani terapi regeneratif, seperti Platelet-Rich Plasma (PRP) maupun secretome/stem cell pada pasien yang memenuhi indikasi.
Operasi hanya menjadi pilihan apabila pasien telah menjalani terapi konservatif dalam waktu yang memadai, tetapi keluhan tetap menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Perlu dipahami bahwa tendon memerlukan waktu untuk pulih. Oleh karena itu, keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tindakan yang diberikan dokter, tetapi juga pada kepatuhan pasien menjalani program rehabilitasi serta menghindari aktivitas yang memperberat cedera.
Bisakah Tennis Elbow Dicegah?
Sebagian besar kasus tennis elbow dapat dicegah melalui kebiasaan yang tepat, terutama pada orang yang rutin berolahraga atau melakukan aktivitas berulang menggunakan tangan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- melakukan pemanasan sebelum berolahraga;
- meningkatkan intensitas latihan secara bertahap;
- menggunakan teknik olahraga yang benar;
- memilih ukuran grip raket yang sesuai;
- melatih kekuatan otot lengan bawah; serta
- memberi waktu istirahat setelah melakukan aktivitas berulang.
Langkah-langkah sederhana tersebut membantu mengurangi beban berlebihan pada tendon sekaligus menurunkan risiko terjadinya tennis elbow.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila:
- nyeri berlangsung lebih dari dua hingga empat minggu;
- keluhan semakin berat meskipun sudah beristirahat;
- kekuatan tangan mulai berkurang; atau
- aktivitas sehari-hari maupun olahraga mulai terganggu.
Dokter spesialis ortopedi subspesialis bahu dan siku akan mengevaluasi penyebab nyeri, menegakkan diagnosis, kemudian menyusun terapi yang sesuai dengan kondisi setiap pasien. Penanganan sejak dini memberikan peluang yang lebih baik untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi siku, serta membantu pasien kembali bekerja, berolahraga, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Kesimpulan
Tennis elbow merupakan salah satu penyebab tersering nyeri pada bagian luar siku. Meskipun sering dikaitkan dengan olahraga raket, sebagian besar penderita justru mengalami kondisi ini akibat aktivitas yang dilakukan secara berulang dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
Apabila nyeri tidak kunjung membaik atau mulai mengganggu aktivitas, jangan menunda untuk berkonsultasi. Diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai akan membantu mempercepat pemulihan, mencegah keluhan semakin berat, serta mengembalikan fungsi siku secara optimal.
Nyeri pada bagian luar siku yang tidak kunjung membaik bukanlah kondisi yang boleh diabaikan. Semakin dini dokter mengevaluasi penyebab keluhan, semakin besar peluang untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi siku, dan membantu Anda kembali beraktivitas dengan nyaman. Apabila Anda mengalami keluhan tersebut, konsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi subspesialis bahu dan siku untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh serta rencana terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.
