Punya Flat Foot (Kaki Datar)? Ini Cara Menjaga Kaki Tetap Nyaman dan Aktif

Penulis : dr. Stefanus Hengkie Marseno, Sp.OT.Subsp.OA,M.H
Spesialisasi : Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Ortopedi Anak

Flat foot pada anak atau kaki datar sering kali membuat orang tua merasa khawatir ketika melihat telapak kaki anak tampak tidak memiliki lengkungan. Tidak sedikit pula orang dewasa yang baru menyadari bahwa dirinya memiliki flat foot setelah mulai merasa cepat lelah saat berjalan atau berolahraga. Kekhawatiran ini wajar. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua flat foot merupakan suatu kelainan atau penyakit.

flat foot pada anak
lustrasi flexible flat foot pada anak. Telapak kaki tampak datar saat berdiri, sementara lengkungan kaki dapat terlihat kembali ketika anak berjinjit.

Apa Itu Flat Foot pada Anak?

Pada anak, sebagian besar kasus merupakan flexible flat foot, yaitu kondisi ketika telapak kaki tampak datar saat berdiri, tetapi lengkungan kaki akan muncul kembali ketika anak berdiri berjinjit atau saat kaki tidak menapak. Kondisi ini merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal dan umumnya tidak menyebabkan nyeri maupun gangguan aktivitas. Karena itu, beradaptasi dengan flat foot bukan berarti membatasi aktivitas. Orang tua justru perlu memahami cara menjaga fungsi kaki anak agar tetap optimal. Informasi lebih lanjut mengenai flexible flat foot pada anak juga tersedia melalui materi edukasi AAOS OrthoInfo – Flexible Flatfoot in Children.

Apakah Anak dengan Flat Foot Tetap Boleh Aktif?

Selama tidak mengalami keluhan, anak dengan flat foot tetap dapat bermain, berlari, melompat, berenang, bersepeda, maupun mengikuti berbagai aktivitas fisik sesuai usianya. Aktivitas yang teratur justru membantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, serta kesehatan tulang dan sendi. Dengan demikian, orang tua tidak perlu langsung membatasi aktivitas anak hanya karena bentuk telapak kakinya tampak datar.

Apakah Sepatu Khusus Dapat Memperbaiki Flat Foot pada Anak?

Ada satu hal yang perlu dipahami. Banyak orang tua berharap sepatu khusus, sandal tertentu, atau alat penyangga telapak kaki dapat membentuk lengkungan kaki anak. Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa sepatu khusus maupun insole tidak terbukti dapat membentuk lengkungan kaki pada anak dengan flexible flat foot yang tidak bergejala. Karena itu, anak yang tidak mengalami nyeri atau gangguan fungsi umumnya tidak membutuhkan alat tersebut. Hal yang lebih penting adalah memastikan anak dapat bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Pilih Alas Kaki yang Nyaman

Orang tua sebaiknya memilih alas kaki yang nyaman, sesuai ukuran kaki, dan mampu mendukung aktivitas sehari-hari. Sepatu sebaiknya memiliki ukuran yang pas, sol yang stabil, serta ruang yang cukup bagi jari-jari kaki. Alas kaki yang nyaman dapat membantu mengurangi kelelahan dan menjaga kenyamanan anak saat beraktivitas. Jadi, tujuan utama pemilihan sepatu bukan untuk memaksa terbentuknya lengkungan kaki, melainkan memberikan kenyamanan saat anak bergerak.

Kapan Anak dengan Flat Foot Membutuhkan Insole?

Sebagian anak maupun orang dewasa mulai mengeluhkan nyeri atau mudah lelah setelah berjalan jauh. Pada kondisi seperti ini, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan insole sesuai keluhan dan hasil pemeriksaan. Perlu dipahami bahwa tujuan penggunaan insole bukan untuk membentuk lengkungan kaki. Insole membantu mendistribusikan tekanan pada telapak kaki sehingga pasien dapat menjalani aktivitas dengan lebih nyaman. Karena itu, penggunaan insole sebaiknya menyesuaikan kebutuhan masing-masing individu dan bukan sekadar berdasarkan bentuk telapak kaki.

Menjaga Berat Badan untuk Mengurangi Beban pada Kaki

Menjaga berat badan ideal juga menjadi bagian penting dalam mengurangi beban pada telapak kaki. Berat badan berlebih meningkatkan tekanan pada kaki setiap kali seseorang berdiri, berjalan, maupun berlari. Kondisi tersebut dapat memperberat keluhan pada sebagian orang dengan flat foot. Dengan menjaga berat badan tetap ideal, seseorang juga dapat membantu mengurangi beban yang harus ditopang kaki selama menjalani aktivitas sehari-hari.

Latihan untuk Menjaga Fungsi Kaki

Selain menjaga berat badan, latihan untuk memperkuat otot kaki, pergelangan kaki, dan tungkai dapat membantu meningkatkan stabilitas selama beraktivitas.

Latihan dapat berupa:

  • berdiri berjinjit;
  • latihan keseimbangan menggunakan satu kaki; atau
  • latihan penguatan otot betis.

Dokter atau fisioterapis dapat membantu memilih latihan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Latihan tersebut bertujuan meningkatkan fungsi dan kekuatan otot, bukan membentuk lengkungan telapak kaki.

Kapan Flat Foot pada Anak Perlu Diperiksa Dokter?

Meskipun sebagian besar flat foot pada anak tidak membutuhkan pengobatan, orang tua tetap perlu memperhatikan beberapa tanda tertentu.

Konsultasikan kondisi anak kepada dokter apabila:

  • anak mengalami nyeri yang menetap;
  • kaki tampak kaku;
  • kaki datar hanya muncul pada satu sisi;
  • anak sering tersandung; atau
  • anak kesulitan mengikuti aktivitas teman seusianya.

Tanda-tanda tersebut dapat berkaitan dengan kondisi lain sehingga dokter ortopedi subspesialis anak perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan menilai bentuk kaki, fleksibilitas, pola berjalan, fungsi kaki, serta keluhan yang anak rasakan. Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah anak hanya membutuhkan observasi atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

Flat Foot Bukan Berarti Anak Harus Berhenti Aktif

Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah seberapa tinggi lengkungan telapak kaki seseorang, melainkan seberapa baik kaki tersebut menunjang aktivitas sehari-hari. Sebagian besar anak dengan flexible flat foot dapat tumbuh aktif, berolahraga, dan menjalani kehidupan normal tanpa terapi khusus. Karena itu, orang tua tidak perlu langsung merasa khawatir ketika melihat telapak kaki anak tampak datar. Selama anak tidak mengalami nyeri atau gangguan fungsi, aktivitas fisik tetap menjadi bagian penting dalam tumbuh kembangnya. Namun, apabila anak mulai mengalami keluhan atau menunjukkan tanda yang mengarah pada kelainan struktural, konsultasikan kondisinya dengan dokter spesialis ortopedi subspesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *